Hongkong Trip: Tsim Sha Tsui

Sunday, September 8, 2013
Assalamu'alaikum

Hari kedua di Hongkong ini kami habiskan di daerah Tsim Sha Tsui. Dari hotel kami naik MTR menuju daerah ini. Sebelum berkeliling Tsim Sha Tsui, kami makan siang di tempat makan India muslim. Seperti biasa kami mencari-cari daftar restoran halal dari buku yang kami miliki. Makanannya tak jauh-jauh dari nasi briyani dan kari.


Seusai makan siang, kami menjamak shalat di salah satu masjid. Masjidnya cukup besar dan berada di tengah kota. Subhanallah... Menjadi minoritas di daerah ini semakin membuat saya bersyukur berada di Indonesia, dimana kita mudah untuk mendengar waktu shalat, mencari tempat shalat, dan mencari makanan halal. Di masjid ini saya bertemu dengan beberapa warga Indonesia yang bekerja di Hongkong sedang berada di tempat shalat akhwat. Ada yang mengaji atau mengantar anak majikan mereka untuk belajar TPA. Di sana juga ada TPAnya lho :)




Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan mengelilingi daerah ini sambil melihat-lihat toko-toko di sekeliling kami. 





Hingga akhirnya sampailah kami di daerah Avenue of Star. Avenue of star mengambil contoh dari Hollywood Walk of Fame, dimana terletak di sepanjang jalan Victoria Harbour di Tsim Sha Tsui. Ini adalah penghargaan yang diberikan kepada pesohor dari dunia industri perfilman Hongkong.

Saya memilih mengenakan Naura Dress berwarna hitam untuk jalan-jalan ini. Tampilannya bisa sangat casual jika kita padukan dengan outer atau scarf yang berwarna terang. Saya menyukai suasana pinggir laut yang cerah di sore hari. Sesekali hembusan angin laut menerpa scarf dan dress yang lebar ini. 







Sepertinya suami saya begitu menikmati kawasan Avenue of Star ini. Dari dulu dia suka membaca atau menonton film Hongkong yang didominasi oleh film-film kungfu, dibintangi oleh Bruce Lee, Jackie Chen atau Jet Li. Di kawasan ini juga nama-nama aktor tersebut tersebar di sepanjang jalan pinggir pantai.




Patung Bruce Lee dibangun ditengah-tengah jalan ini dengan pose kungfu-nya yang khas




Tepat pukul 20.00 di tempat ini ada pertunjukkan Symphony of Light, yaitu permainan sinar lampu-lampu yang berasal dari gedung-gedung di sekitar laut. Speaker terpasang di sepanjang jalan Avenue of Star dengan suara lantunan musik indah seirama dengan sinar lampu pada gedung-gedung. Orchestra ini juga menutup jalan-jalan kami malam ini sebelum kembali ke hotel.


My Outfit:
Scarf by KIVITZ
Cardigan by Uniqlo
Naura Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Hongkong Trip: Wan Chai to Causeway Bay

Wednesday, September 4, 2013
Assalamu'alaikum

Perjalanan di Hongkong baru dimulai hari ini. Pagi-pagi kami sudah bersiap untuk menuju beberapa tempat yang kami ketahui dari buku travel guide. Yap, sambil menunggu Indi dan suami yang masih bersiap-siap, saya dan suami berfoto-foto di sekitar hotel tempat kami menginap. Hotel kami ini agak jauh dari pusat kota Hongkong, yaitu di daerah Tsue Wan. Masih banyak pemandangan alam di sekitar hotel. Karena Hongkong terkenal dengan daerah kepulauan, jadi sekeliling hotel adalah pemandangan laut.







Tujuan pertama kami hari itu adalah makan siang. Agak susah mencari makanan halal di negara ini karena mayoritas memang bukan muslim. Dan kita sebagai muslim harus memperhatikan makanan, yaitu dengan mencari logo halal di setiap restoran yang akan kami kunjungi. OK, setelah kami baca buku travel guide kami, akhirnya kami mendapatkan restoran Arab di daerah Wan Chai. Dan kami  harus naik MTR untuk sampai ke tempat tujuan.


Here we go!

Ini dia makanan arab di daerah Wan Chai. Nama restorannya Oh Food. Makanan sejenis kebuli dengan pilihan lauk daging kambing atau ayam. Penjaga tokonya pun orang Arab dan ada satu penjaga toko muslimahnya, namanya Fatima. Dan dilihat dari mukanya, dia orang asli Hongkong lho!


Setelah makan, kami melanjutkan petualangan kami menuju tempat belanja di daerah Causeway Bay yang tidak jauh dari Wan Chai. Kami berjalan kaki menuju ke sana karena memang jaraknya yang tak begitu jauh dari Wan Chai.





My Outfit:
Cala Scarf (Maroon & Black) by KIVITZ
Cardigan by H&M
Coming Soon Dress by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Hongkong Trip: Soekarno Hatta to Chek Lap Kok

Friday, August 30, 2013
Assalamu'alaikum

Selesai ujian hari Jum'at lalu, saya dan suami, bersama indi dan suami berangkat menuju Hongkong untuk mengisi waktu libur kuliah kami yang hanya 2 minggu saja. In syaa Allah kami akan berada di Hongkong selama seminggu. Ini adalah rihlah pertama saya ke Hongkong.


Ready for holiday!

With Indi

Sedikit tips berpakaian selama rihlah (jalan-jalan). Pertama, gunakan pakaian berbahan katun karena akan menyerap keringat dan kita tidak akan kegerahan. Sifat dasar katun memang mudah kusut, tapi tak apa, yang penting kenyamanannya. Kedua, gunakan pakaian yang simpel, sleeveless dress plus cardigan, atau hanya long dress saja. Ketiga, pilih khimar yang berbahan katun juga dan jangan lupa jangan menggunakan hijab style yang terlalu ribet. Jangan lupa untuk shalat sunnah safar 2 rakaat sebelum berangkat dan berdoalah sesuai keinginan masing-masing. Karena salah satu waktu terkabulnya doa adalah saat melakukan perjalanan jauh.






Berbicara tentang rihlah (jalan-jalan), setiap kita tentunya pernah merasakan kejenuhan atas kesibukan dan kerutinan sehari-hari yang dihadapi. Seorang ibu yang setiap hari mengurus rumah tangga, seorang bapak yang setiap hari sibuk mencari nafkah, seorang anak dan sebagainya. tentunya dengan aktivitas sehari-hari ada satu kondisi dimana manusia merasa jenuh dan ingin “bebas” dari kerutinan dan ini adalah fitrah manusia. Rihlah adalah hajatun basyariah (kebutuhan) karena sebagai manusia kita membutuhkan refreshment baik terhadap jiwa maupun tubuh, refreshment inilah yang disebut rihlah atau rekreasi. Bahkan bisa dibilang, rihlah juga cara yang efektif untuk menghemat biaya pengobatan, dan jangan takut untuk rihlah karena biaya yang kita keluarkan untuk rihlah adalah salah satu investasi jangka panjang untuk memelihara kesehatan sambil melihat kebesaran Allah dan mennambah keimanan kita. Jadi selain sehat berpotensi mendapatkan pahala, Subhanallah... Bahkan di sebuah lembaga penelitian kesehatan di California, di Amerika Serikat, tingkat biaya pengobatan bisa dikurangi sampai 20 % melalui program rekreasi dan juga fitness.



Alhamdulillah, setelah perjalanan hampir 5 jam, akhirnya kami tiba di Bandara Chek Lap Kok, Hongkong dengan selamat. Ada sedikit turbulence namun tak begitu kuat. Sampai di bandara, kami langsung mencari makan malam (yang pastinya harus dicari yang bercap HALAL), mencari taksi, kemudian sampai di hotel. Kami tak menggunakan travel, hanya bermodal buku travel guide dan internet saja.

Landed in Chek Lap Kok (HKIA) Airport

My Outfit:
Scarf by Forever 21
Cardigan by H&M
Fakhira Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum