Showing posts with label Contemplation. Show all posts
Showing posts with label Contemplation. Show all posts

2 Recitations in a Week

Tuesday, April 2, 2013
Assalamu'alaikum

Alhamdulillah, minggu lalu saya diberi kesempatan untuk mengisi taushiyah di dua pengajian yang berbeda. Sedikit cerita tentang saya, sebenarnya dulu saya orang yang pendiam, yang tak pandai berkomunikasi, atau berbicara di depan banyak orang. Namun sekarang, mau tidak mau saya harus bisa berbicara di depan umum untuk sekedar sharing pengalaman dan ilmu yang saya ketahui :) Subhanallah.

Pengajian HC Jakarta di Masjid Al-Azhar 
Acara ini bertempat di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru. Sabtu, 23 Maret lalu, muslimah-muslimah hadir dengan menggunakan dresscode berwarna hitam. Tema yang diangkat adalah tentang Muslimah & Fashion. Sebelumnya sudah ada Ustz. Erika yang memaparkan bagaimana busana muslimah itu seharusnya. Seperti yang kita semua tahu, busana muslimah itu haruslah longgar, tidak ketat, tidak transparan, tidak membentuk lekuk tubuh, dan tidak menyerupai lawan jenis. Semua pun tahu aturan itu, tapi apa yang membuat seseorang menjadi istiqomah untuk berbusana syar'i?


Hal itulah yang ditanyakan MC kepada saya saat itu. Apa sih yang membuat Fitri Aulia konsisten untuk menggunakan busana muslimah yang syar'i? Alhamdulillah, sebelumnya saya ingin mengucap syukur kepada Allah Swt. atas apresiasi orang-orang terhadap saya. Dan saya bersyukur dengan setiap perjalanan hidup saya, yang membawa saya memutuskan untuk berhijab dan berdakwah melalui passion saya ini. Hal pertama yang ingin saya katakan adalah saya hanya ingin menjadi lebih baik di mata Allah dengan mengikuti segala aturan-Nya, termasuk dalam berbusana. Tak ada halangan dan kesulitan menggunakan hijab syar'i. Shalat lebih mudah karena tak perlu pakai mukena lagi, laki-laki semakin sopan jika melihat, dan masih banyak lagi. Saran saya, dengan maraknya fashion muslimah saat ini, jadilah muslimah yang menyenangkan, berbusana sesimple mungkin, dan tetap tawadhu.




Foto bersama komite HC Jakarta & peserta pengajian

Pengajian HijabersMom Community Depok di Masjid Walikota Depok
Dilanjutkan dengan pengajian HijabersMom Depok. Temanya adalah Peran muslimah di tengah masyarakat yang pluralis. Hadir sebagai pengisinya adalah Ust. Syamsi Ali (Imam Besar Masjid New York) dan Ippho 'Right' Santosa.

 Ceramah disampaikan oleh Ust. Syamsi Ali, imam besar di New York asal Indonesia.


Setelah Ust. Syamsi Ali dan Mas Ippho memberi materi, tibalah saya untuk sharing. Sebenarnya saya agak nervous karena berbeda dengan Hijabers Community, yang hadir di event ini kebanyakan adalah hijabers ibu-ibu. Tentu banyak ibu-ibu yang jauh lebih bijaksana dan berpengalaman dari saya sebagai muslimah. Hehe... Intinya adalah bagaimana saya menjalankan peran sebagai muslimah agar tetap bisa bermanfaat untuk orang banyak. Karena kebanyakan orang menganggap bahwa menjadi muslimah memiliki keterbatasan untuk menjalankan peran di masyarakat. Jelas pendapat ini salah, muslimah tetap dapat memiliki peran di masyarakat sesuai dengan bidang dan passionnya masing-masing. Yang terpenting adalah izin dari suami dan tetap mementingkan keluarga.


 
Taushiyah ditutup dengan peragaan syar'i hijab tutorial.

Peserta pengajian Hijabersmom Community.

Sambutan dari Pak Nur Mahmudi, Walikota Depok, yang ternyata juga adalah sahabat lama Ust. Syamsi Ali. 

Foto bersama Ust. Syamsi Ali, Ippho Santosa, dan peserta pengajian Hijabersmom Community.

Wassalamu'alaikum

My Umrah Trip: Ziarah City of Medina

Thursday, March 7, 2013
Assalamu'alaikum

Masjid Quba
Dari hotel kami sudah dalam keadaan berwudhu, kemudian langsung mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan 2 rakaat shalat sunah sesuai hadist. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Siapapun yang bersuci di tempat tinggalnya kemudian datang ke Quba dan shalat (shalat apa saja) di Masjid Quba, bagi dia adalah (satu kali) pahala umrah." Itulah keistimewaan dan keutamaan masjid ini. 

Masjid ini merupakan masjid yang pertama kali didirikan pada saat Rasulullah dan sahabat hijrah dari Mekah ke Madinah. Pada awal pendiriannya, dinding masjid ini terbuat dari anyaman daun kurma dan beratap daun rumbia. Namun saat ini Masjid Quba telah berubah menjadi masjid yang besar dan megah yang selalu menjadi tujuan ziarah seluruh jamaah yang datang ke Madinah.

Di depan Masjid Quba

Jabal Uhud 
Jabal Uhud adalah sekelompok gunung yang ada di kota Madinah dan tidak bersambungan dengan gunung lain karena pada umumnya gunung-gunung di Madinah adalah sambung menyambung. Karena itulah dinamai Jabal Uhud yang artinya gunung yang menyendiri.

Gunung ini disebut Rasulullah sebagai salah satu gunung yang ada di surga, sehingga kalau kita melihatnya sekarang, Insya Allah kita akan melihatnya lagi di surga nanti. Aamiin... Terletak sekitar 6 km di utara Masjid Nabawi. Tinggi gunung ini 1.050 m dan panjangnya 7 km, terdiri dari batu-batuan. Subhanallah...

Sejarah penting dari Jabal Uhud ini, pertama, Nabi Musa dan Nabi Harun pernah naik di gunung ini untuk melihat daerah yang akan menjadi tempat tinggal Nabi akhir zaman. Setelah itu Nabi Harun sakit sehingga meninggal kemudian dimakamkan di salah satu tebing yang akhirnya terkenal dengan nama tebing Nabi Harun.

Peristiwa tak kalah penting lainnya adalah terjadinya perang antara Rasulullah dan sahabat melawan orang Musyrik Mekah yang menyerbu ke Madinah yang dikenal dengan perang Uhud. Perang ini diakhiri oleh kekalahan yang memilukan bagi pasukan Muslim, dikarenakan tidak patuhnya pasukan pemanah Muslim untuk tetap berada di atas bukit. Saat itu sebagian besar pemanah turun dari bukit karena tergiur melihat musuh lari tunggang langgang meninggalkan senjata perangnya. Ternyata pasukan musyrik Quraisy Mekah bersiasat memutar balik dari gunung dan menyerang balik pasukan Muslim.  Dalam perang tersebut gugur 70 orang syuhada diantaranya paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthalib, juga Mush'ab bin Umair, yang dimakamkan di dekat Jabal Uhud ini. Kecintaan Rasulullah pada para syuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Hikmah dari peperangan ini, kita sebagai umat Muslim harus senantiasa berada dalam ketaatan penuh terhadap Rasulullah Saw, dan mengimani setiap ajaran beliau hingga akhir zaman.


My Outfit:
Scarf by "Khamsa Real" Market (Medina)
Basic Velvet Dress (Black) by KIVITZ
Fath Jacket (Black) by Fitri Aulia

Wassalamu'alaikum

My Umrah Trip: Masjid An-Nabawi

Tuesday, March 5, 2013
Assalamu'alaikum

Prophet Said: "One prayer in my mosque is better than a thousand prayers in any other, except the Sacred Mosque in Mecca" (Ibnu Majah 1/450)
Disebut Masjid Nabawi karena Rasulullah selalu menyebutnya dengan kalimat 'Masjidku' pada setiap beliau menerangkan tentang sebuah masjid yang sekarang ada di pusat kota Madinah.

Rasulullah bersabda: "Barang siapa shalat di masjidku 40 kali tanpa terputus, maka ia selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik" 
Masjid ini dibangun oleh Rasulullah dan para sahabatnya pada tahun pertama hijriah (622 M) seluas 1.050 m2, persis di sebelah barat rumah Rasulullah yang kemudian rumah itu menjadi makamnya dan masuk dalam bangunan masjid.


Seluruh payung di Masjid Nabawi akan terbuka di siang hari dan tertutup di malam hari

With my husband

Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad
Persis di bawah Kubah Hijau inilah jasad Rasulullah SAW dimakamkan

Raudhah
Dalam bahasa melayu, raudhah berarti taman diatas tanah terbuka yang penuh pohon dan bunga indah, dan menyenangkan. Atau orang banyak menyebutkan dengan taman surga. 
Rasulullah bersabda: "Antara rumahku dan mimbarku adalah taman diantara taman-taman yang ada di surga."
Luasnya 144 m2. Ditandai dengan pilar berwarna putih dengan ornament yg khas dan permadani (karpet) berwarna hijau. Inilah tempat yang paling mulia di masjid ini. Saat di dalam raudhah, lakukanlah shalat 2 rakaat (shalat apa saja) dan perbanyak doa saat sujud. Khusus bagi wanita, ada waktu-waktu tertentu memasuki raudhah ini. Dari pengalaman saya, banyak sekali muslimah yang ingin masuk ke dalam raudhah ini. Saran saya saat mengantri masuk, perbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw, perbanyak tilawah, atau shalat sunnah kalau memungkinkan. Suasana yang sangat ramai membuat kita ingin melihat-lihat muslimah dari berbagai negara atau bahkan komentar yang tidak seharusnya ketika di dalam masjid. Jadi pesan saya, tundukkan pandangan dan lebih banyak ibadah.

Memang agak sulit untuk bisa melakukan shalat di raudhah karena keadaan yang sangat penuh sesak. Shalat dan sujud juga sulit untuk dilakukan, karena banyak orang lalu lalang mencari tempat untuk shalat. Saat itu saya berdoa berkali-kali di dalam hati "Yaa Allah izinkan hamba shalat dan bisa sujud di raudhah ini". Subhanallah... Usai saya berdoa, ada seorang muslimah, entah dari negara mana, yang menawari saya shalat dan dia menjaga ketika saya sujud. Alhamdulillah saya bisa shalat dan bersujud di raudhah.

Makam Rasulullah SAW
Kalau kita sedang berada di raudhah dan menghadap  kiblat, berarti di sebelah kiri kita adalah bangunan persegi empat berwarna hijau tua yang sangat anggun. Bangunan itu awalnya merupakan dua rumah, yaitu rumah Rasulullah dengan Aisyah dan rumah Ali dengan Fatimah. Sejak Rasulullah wafat, tahun 11 H (632 M), rumah Rasulullah terbagi dua, yaitu bagian arah kiblat (bagian selatan) untuk makam Rasulullah dan bagian utara untuk tempat tinggal Aisyah.

Sedikit muhasabah, saat kita shalat di Masjid Nabawi, bayangkanlah, betapa indahnya kita sedang menghadap Rasulullah SAW. Walaupun Rasulullah telah wafat, tapi jasadnya Allah janjikan masih utuh, tidak berubah menjadi tanah seperti yang lain. Bayangkan betapa berterimakasihnya kita telah memegang ajaran Islam, yang Allah SWT turunkan melalui beliau. Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyina Muhammad. Semoga kita mendapat syafaatnya kelak. Aamiin...

Makam Rasulullah Saw, makam Abu Bakar, dan makam Umar bin Khattab

Makam Abu Bakar & Umar
Sayyidina Abu Bakar wafat tahun 634 M, 2 tahun setelah Rasulullah wafat. Atas kesepakatan pemuka Islam pada waktu itu dimakamkanlah jasadnya di dekat makan Rasulullah yaitu di arah panggung dengan jarak kira-kira setengah meter dan letak kepalanya lurus dengan arah pundak Rasulullah. Aisyah masih tetap menempati rumah itu tanpa pemisah antara kamarnya dengan 2 makam, karena Aisyah merasa bahwa yang ada di tempat itu adalah suaminya dan bapaknya.

Pada tahun 644 M, 12 tahun setelah Rasulullah wafat, wafatlah Sayyidina Umar karena ditusuk pisau oleh seorang bernama Abu Lu'luah pada saat menjadi imam shalat subuh di Masjid Nabawi. Kemudian beliau dimakamkan di dekat Rasulullah dan Abu Bakar.

Rasulullah bersabda: "Pada hari kebangkitan, orang pertama yang bangkit dari kubur adalah AKU dan ABU BAKAR kemudian UMAR kemudian ahli BAQI (orang-orang yang dimakamkan di Baqi) kemudian ahli Mekah dan seterusnya yang lain." 

Kubah dalam Masjid Nabawi dapat bergeser sampai terlihat langit

Ornamen emas bertuliskan Muhammad Rasulullah pada tiap pintu Masjid Nabawi

Ziarah ke makam Rasulullah dan kedua sahabatnya ini hukumnya sunah dan sebaiknya memakai tata cara yang baik, yaitu membersihkan tubuh (mandi dan wudhu), berpakaian bersih dan sopan, khusus muslimah harus menutup auratnya dengan sempurna. Untuk laki-laki, jika ingin ke raudhah tidak ada waktu khusus, kecuali waktu shalat. Dan untuk wanita, 07.00 - 11.00 (pagi), 13.30 - 15.00 (siang), dan 19.00 - 21.00 (malam).

My Outfit:
Scarf by "Khamsa Real" Market (Medina)
Basic Velvet Dress by KIVITZ
Khalida Long Shirt (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

My Umrah Trip: Ziarah City of Mecca

Thursday, February 28, 2013
Assalamu'alaikum

Setelah melaksanakan prosesi umrah dan beristirahat satu hari di hotel, perjalanan kami dilanjutkan dengan berziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Mekah. Ziarah adalah amalan yang bertujuan untuk melihat dari dekat tempat-tempat penting bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Islam, agar semakin memperkuat iman. Ziarah ke tempat bersejarah ini tidak termasuk rangkaian ibadah umrah, namun ziarah ini umumnya diadakan oleh travel yang kita ikuti.

Hukum berziarah ke tempat-tempat bersejarah adalah boleh (mubah). Bila dilakukan dengan niat yang baik, untuk menambah iman dan keyakinan terhadap kebenaran ajaran Islam, hukumnya menjadi sunah. Tetapi apabila dilaksanakan dengan cara yang berlebihan, misalnya dengan mengeramatkan tempat-tempat tersebut sehingga menimbulkan kemusyrikan, hukumnya menjadi haram.

with our parents

Jabal Tsur
Jabal Tsur kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur memerlukan perjalanan mendaki selama 1,5 jam. Di Gua Tsur inilah Rasulullah Saw dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kejaran orang-orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah.

Peristiwa yang patut untuk dikenang ketika melihat gunung ini adalah perjuangan dan kuatnya tali persaudaraan antara Rasulullah dan Abu Bakar. Rasulullah sangat mempercayai Abu Bakar untuk menempuh perjalanan hijrah yang cukup berbahaya ini berdua saja. Bukan karena kekuatan fisik Abu Bakar yang membuat Rasulullah menjadi merasa aman, namun karena kuatnya keimanan beliau (Abu Bakar) sebagai sahabat utama yang paling dicintai Rasulullah. Perjuangan Hijrah ini akhirnya berhasil membawa Rasulullah Saw ke Madinah dengan selamat karena berkah dan pertolongan Allah Swt.

Me in front of Jabal Tsur.

My Outfit:
Crepe Scarf by KIVITZ
Basic Velvet Dress by KIVITZ
Fath Jacket (Black) by Fitri Aulia

Sambil mempelajari sejarah Rasulullah dan selalu bershalawat padanya. 

Jabal Rahmah
Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya Nabi Adam As dan Siti Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Menurut cerita, terusirnya Adam dan Hawa dari surga ke bumi memisahkan mereka berdua dalam jarak yang cukup jauh. Nabi Adam diturunkan di sebuah gunung di Sri Lanka, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Arab (Jeddah). Jabal Rahmah lah yang menjadi tempat pertemuan mereka selama pencarian 40 tahun lamanya. Terlepas dari hikmah yang tersirat dalam Al-Qur'an, menurut saya kisah ini juga sangat romantis. Bayangkan saja, saat itu hanya mereka berdua lah manusia di bumi ini, tak ada yang lain. Rasakan betapa sepinya dunia ini, dan tentu bumi ini sangat luas untuk saling mencari satu sama lain. Tanpa ada handphone maupun GPS.. hehee :D Namun karena berkah dari Allah Swt mereka dipertemukan kembali.


Yeay! Berhasil mendaki Jabal Rahmah! Berada di lokasi cerita sejarah pertemuan manusia yang paling romantis ;p

Wassalamu'alaikum

My Umrah Trip: Masjid Al-Haram

Monday, February 25, 2013
Assalamu'alaikum

Janganlah bersengaja melakukan perjalanan dengan sengaja (dalam rangka ibadah) kecuali ke tiga masjid: masjidku (Masjid Nabawi), masjidil Haram, dan Masjidil Aqsa. (HR. Bukhari no. 1189 dan Muslim no. 1397)
Shalat di dalamnya (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 kali shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Sedangkan satu kali shalat di Masjidil Haram itu lebih utama 100.000 kali daripada di tempat lain. (HR. Ibnu Majah No. 1/450)

Alhamdulillah... Akhirnya saya bisa diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk bisa melihat, mengunjungi, dan shalat langsung menghadap Ka'bah. Pertama kali saya menginjakan kaki di Masjidil Haram adalah ketika prosesi Umrah. Setibanya di bandara Jeddah pukul 11 malam dan kami harus melewati antrian imigrasi yang sangat melelahkan, hampir 2 jam. Subhanallah, baru saja sampai kami sudah diuji kesabarannya :) Setelah itu, rombongan langsung menuju hotel di Mekah dengan memakan waktu satu jam perjalanan. Tak bisa beristirahat lama-lama di hotel, karena kami sudah dalam keadaan berihram sejak miqat di atas pesawat, kami langsung menuju Masjidil Haram di malam menjelang subuh itu. Namun kami tetap semangat karena inilah saatnya kita menunaikan ibadah umrah. Kalau di Jakarta kita lihat jam segitu akan sangat sepi, tapi tidak untuk di Mekah, Masjidil Haram tetap penuh dengan umat Rasulullah. Subhanallah... Merinding melihat segala kebesaranNya yang disaksikan dengan mata kepala sendiri. Bangunan Ka'bah yang biasa hanya dilihat di televisi atau foto, kini ada langsung di depan mata. Rasa haru tak terbentung sambil bibir ini mengucap istighfar. Semoga saya memang pantas masuk ke dalam rumah Allah yang megah ini (Masjidil Haram).

Prosesi umroh sendiri sebenarnya hanya memakan waktu sekitar 4 jam saja. Dimulai dengan thawaf (mengelilingi Ka'bah) 7 kali putaran, dilanjutkan dengan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, Sa'i (Sofa-Marwa) 7 kali, dan diakhiri dengan tahalul. Selanjutnya saya masih akan berada di Mekah selama 7 hari ke depan untuk ibadah harian. Waktu yang singkat ini saya habiskan dengan berdiam diri di Masjid, tilawah dan mentadaburi Al Qur'an, shalat taubat, shalat hajat, sampai shalat mutlak. Biasanya pembagian waktu saya selama di Mekah adalah tahajud sampai Dhuha ke masjid, thawaf, sarapan ke hotel, istirahat atau biasanya ada kajian dari travel, shalat dzuhur, makan siang ke hotel, shalat ashar, thawaf, shalat maghrib, shalat isya, lalu baru kembali lagi ke hotel untuk makan malam dan istirahat. Begitu saja setiap harinya. Dan saya sangat menikmati hari-hari saya hanya diisi dengan beribadah tanpa memikirkan pekerjaan dan masalah duniawi yang lainnya. Apalagi saya sengaja tidak membawa laptop atau membeli kartu telepon selular di sana untuk mengaktifkan handphone. Alhamdulillah, benar-benar terasa sekali ibadahnya.
Setiap hari Allah menurunkan 120 rahmat di Masjidil Haram, 60 rahmat diberikan bagi yang thawaf, 40 rahmat diberikan bagi yang shalat, dan 20 rahmat bagi mereka yang menyaksikan (HR. Baihaqi dari Ibnu Abbas ra)
Suasana Thawaf yang penuh khidmat dan kekhusyu'an. Tiap lisan manusia berdzikir memuji Asma Allah.

Bangunan Masjidil Haram juga sangat besar dan megah. Diperkirakan bisa menampung 1.000.000 orang jamaah. Subhanallah... Namun, saat saya ke sana seperempat bagiannya sedang direnovasi, didekat Ka'bah menuju tempat Sa'i. Bisa terlihat dari foto-foto kami yang hanya menggunakan kamera handphone

Ibadah bersama suami, sehari setelah umroh (rambutnya sudah dicukur (tahalul))

Thawaf sambil berpegangan dengan mama supaya ga hilang :p

Satu hal lagi yang membuat saya terkesan adalah melihat muslimah-muslimah dari berbagai negara. Mereka saling menghargai perbedaan tiap muslimah di sana. Pakaian yang mereka gunakan sangat jelas berbeda, sesuai dengan kondisi culture negara masing-masing. Menjadi pemandangan yang biasa  melihat banyak wanita bercadar, bahkan sampai matanya pun ada yang tertutup. Muslimah Turki yang biasa dengan coat-coat panjangnya karena di negara mereka iklimnya sangat dingin. Muslimah Melayu yang terbiasa dengan menggunakan mukena berwarna putih jika shalat. Keragaman ini membuat saya semakin yakin, kalau busana muslimah tidak ada yang mutlak harus begini dan begitu. Yang jelas, busana muslimah itu harus longgar, hijab menutupi dada, tidak transparan, dan tidak ketat, tidak menyerupai lelaki dan menutup aurat dengan sempurna, persis seperti panduan dalam Al-Qur'an. Selanjutnya untuk masalah warna, motif, dan lain sebagainya disesuaikan dengan culture negaranya masing-masing. Sebenarnya menggunakan celana pun, tak jadi masalah. Namun, harus longgar, dan bajunya pun harus panjang, minimal selutut. Busana ini banyak dijumpai di kalangan muslimah India dan Pakistan.



Sekian mengenai prosesi umrah dan Masjidil Haram. Berikutnya adalah tour mengelilingi sekitar kota Mekah. See you on the next posting!

Wassalamu'alaikum

My Umrah Trip: Preparation

Sunday, February 24, 2013
Assalamu'alaikum

Ibadah Haji dan Umrah pada hakikatnya adalah perjalanan menghampiri Allah SWT dengan mendatangi rumahNya, Baitullah, yaitu Ka'bah di Mekah. Sebagai perjalanan mendekati Allah SWT, haji dan umrah harus dilakukan secara tulus, terlepas dari motif-motif yang bersifat duniawi, seperti mencari perhatian dari orang lain, status sosial, atau berbangga diri. Ketulusan hati itu tampak jelas dalam ayat Al Qur'an yang memerintahkan berhaji dan umrah:

Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. (QS. Al Imran: 97)

Dan sempurnakanlah ibadah haji haji dan umrah karena Allah. (QS. Al Baqarah: 196)

Perintah haji dan umrah dalam dua ayat di atas, ditekankan harus lillah, tulus karena Allah SWT. Hal demikian tidak ditemukan di ayat lain yang isinya perintah untuk beribadah, seperti shalat, zakat, dan puasa. Meskipun pada dasarnya semua ibadah harus lillah, terlebih haji dan umrah yang menuntut perjuangan dan kerja keras, lahir dan batin dalam waktu yang cukup lama. Haji dan umrah dipandang sebagai gerakan menuju kesempurnaan. Dengan sendirinya dibutuhkan bekal dan energi. Dan bekal yang terbaik adalah TAKWA.

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal. (QS. Al Baqarah: 197)

Bekal takwa itu mengandung beberapa makna yang perlu diperhatikan oleh para calon jamaah haji atau umrah.

  1. Semua biaya yang digunakan berasal dari harta HALAL, bukan hasil curian atau korupsi. Sebab, harta yang halal akan mencerahkan hati dan melapangkan perjalanan.
  2. Tidak membawa dagangan agar hati mereka tidak bercabang dan dapat berkonsentrasi untuk ibadah.
  3. Dianjurkan banyak melakukan amal kebajikan dalam perjalanan dan selama di tanah suci.
  4. Menjunjung tinggi moralitas dan berbudi pekerti luhur dengan tidak berkata kotor, tidak melanggar hukum-hukum Allah, dan tidak bertengkar dengan orang lain.
Dan salah satu bekal yang harus diperhatikan yaitu sikap sabar dan tahan uji. Semua kesulitan akan mampu dihadapi dengan penuh kesabaran sebagai bagian dari tanda-tanda kemabruran. Dengan berbekal energi takwa, insya Allah kita akan meraih kemabruran.

Memilih Travel
Menurut saya, memilih travel sangatlah penting untuk mendukung perjalanan ibadah kita. Apalagi bagi yang baru pertama kali mengadakan perjalanan umrah. Sebelumnya saya sudah memilih-milih travel umrah, membandingkan, dan memilih tanggal yang pas. Alhamdulillah, saya pun mendapat travel yang jadwal berangkatnya lebih cepat, yaitu awal Februari. Jarak antara mendaftar umroh, mengikuti manasik, dan pergi umroh berlangsung cepat. Saya pergi bersama suami, papa dan mama.

Alhamdulillah kemarin saya mendapat travel yang lebih baik dari sisi komunikasi dan taushiyah dari para pembinanya. Memperhatikan faktor ini jauh lebih penting daripada fasilitas umroh yang sifatnya jalan-jalan, atau senang-senang, karena tujuan umroh selayaknya adalah untuk beribadah.

Beberapa saat sebelum berangkat umroh bersama rombongan travel.
(Bahan seragam dari travel saya design sendiri dengan menyambungkan bahan velvet dress :p)

Persiapan Mental, Spiritual, dan Material
Persiapkanlah mental dan spiritual dengan keikhlasan dan kepasrahan yang tinggi kepada Allah SWT, serta bertaubatlah kepada-Nya dengan memperbanyak zikir memohon petunjuk dan bimbingan-Nya. Sebelum keberangkatan, selesaikan masalah-masalah yang berkenaan dengan  tanggung jawab dengan keluarga dan pekerjaan, bahkan hutang piutang. Banyaklah bersilaturahmi dengan saudara, teman, dan tetangga dengan memohon maaf dan meminta doa restu agar dilancarkan selama dalam perjalanan dan pelaksanaan ibadah umrah nanti.

Pelajarilah sejarah Islam, terlebih yang berhubungan dengan ibadah umrah, agar dalam melaksanakannya kita akan dapat memahami, menghayati, dan menjalankannya dengan lebih ikhlas, insya Allah. Selain itu, kita juga harus memperlajari tata cara shalat jenazah, karena hampir setiap saat kita menghabiskan waktu shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dan diiringi shalat jenazah di  akhir tiap shalat wajib. Jadi, bagi yang belum mengetahui dan hafal tata cara shalat jenazah, dianjurkan mempelajari dan menghafalkannya sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Untuk persiapan material, siapkan bekal secukupnya selama dalam perjalanan. Bawalah mata uang Real yang sudah ditukar di Indonesia untuk biaya sehari-hari di Tanah Suci atau untuk membeli oleh-oleh.

Persiapan Perlengkapan Umroh
Untuk ini saya membawa 1 koper besar untuk di bagasi dan 1 koper kecil untuk dibawa dalam kabin. Pada umumnya peralatan yang dibawa biasa-biasa saja, Al-Qur'an, Al-ma'tsurat, sajadah, perlengkapan kecantikan (foundation, sun block, lipgloss), pakaian dalam, kacamata hitam dan baju-baju harian selama berada di Makkah dan Madinah. Khusus baju harian yang akan dipakai untuk ibadah dan shalat di Masjid, saya mempersiapkan 5 Pcs dress berwarna hitam dan putih yang saya desain sendiri. Dari dulu saya sangat terinspirasi dan mengagumi gamis dan scarf berwarna hitam khas Muslimah Arab yang menurut saya sangat anggun dan elegan. Jadi saya mendesign pakaian dengan gaya serupa.   

Semua pakaian khusus ini saya buat dari bahan satin velvet. Nyaman, longgar dan anggun. Sama sekali tidak membentuk lekukan tubuh, dan tidak transparan. Jangan lupa untuk mengenakan celana panjang sebagai dalaman agar lebih aman. Dan untuk ke masjid hanya perlu ditambah scarf lebar yang TIDAK TRANSPARAN agar bisa digunakan untuk Shalat. Oleh karena itu saya memakai scarf bahan crepe, bukan cerruti yang juga diproduksi KIVITZ. Saya juga tidak biasa menggunakan bergo panjang atau mukena untuk pergi dan melakukan shalat di masjid. Saya lebih suka seperti pakaian Muslimah Arab, That's my style :)

Persiapan perlengkapan umrah diatas merupakan kebutuhan standar untuk perjalanan umrah. Jika memang membawa barang di luar yang disarankan tidak jadi menjadi masalah, hanya saja sebaiknya dipikirkan lagi apakah nantinya merepotkan atau tidak. Semoga perjalanan umrah kita selalu diniatkan hanya semata-mata ibadah kepada Allah SWT.

Alhamdulillah dalam 9 jam berikutnya di perjalanan pesawat ditambah perjalanan bus, Saya sampai di Makkah Al- Mukaramah :)  

Wassalamu'alaikum

Young Age Marriage

Thursday, January 24, 2013
Assalamu'alaikum

Dua hari yang lalu, seorang wartawan dari majalah Janna, grup Republika datang ke kantor saya untuk interview dengan tema "Pernikahan di Usia Muda". Saya dan suami menyambutnya dan kami di-interview bergantian. Sang wartawan menanyakan awal cerita bagaimana kami pertama bertemu dan menikah. Kami pun menceritakannya dengan lengkap.

Mungkin kamu belum tahu bagaimana awal cerita pernikahan saya dengan suami. Beberapa teman-teman ada yang pernah menanyakan soal itu. Ceritanya begitu sederhana, begitu spontan, dan begitu cepat. Saat itu awal tahun 2010, suamiku Mulky saat itu berusia 24 tahun (saat itu belum menikah). Dia bekerja sebagai designer grafis pada sebuah penerbitan buku Islam. Alhamdulillah, walaupun penghasilan tidak seberapa, namun dia sanggup bekerja sambil kuliah S2 Design di salah satu universitas di Jakarta. Bekerja setiap hari, di tambah dengan kuliah hingga malam membuat suami saya merasa hidup 'kesepian'. Maklum, suami saya anak bungsu dan kedua orang tuanya saat itu bekerja dinas di padang. Dia hanya sendirian bersama dengan kakak perempuannya di Jakarta. Hal inilah yang membuatnya ingin cepat menikah, karena dia berpikir tidak akan merasa sendirian setelah menikah. Alasan yang sangat polos dan sederhana. Namun bagi saya alasan ini sangat jujur.

Ada niat ada jalan, walaupun saat itu suami saya tidak tahu ingin menikah dengan siapa, seorang teman pengajiannya yang juga adalah teman saya, mengenalkan dan "merekomendasikan" saya untuk menjadi isterinya. Saya yang saat itu berusia 22 tahun dan belum tamat kuliah, sebenarnya juga orang yang sangat mirip dengan suami saya. Saya paham betul kebutuhan saya memiliki pasangan. Kami menyukai jalan yang simple dan pasti. Secara spontan suami saya menanyakan secara tidak langsung (karena kami tidak kenal secara langsung) apakah saya siap untuk menikah? Setelah saya memperhatikan dia, menanyakan tentang keluarganya, dan melihat keseriusan niatnya yang mulia. Siapa perempuan yang tidak suka dengan laki-laki yang berani memberi kepastian? Maka saya mengatakan 'iya'. Namun, saya ingat ayah saya pernah berpesan boleh menikah asal sudah tamat kuliah. Kebetulan, saat itu saya sedang menunggu wisuda yang tinggal 2 bulan lagi. Jadi suami saya saat itu harus menunggu 2 bulan, baru kami bisa menikah.

Tepat dua minggu sebelum rencana pernikahan, kami mendapat musibah. Ayah suami saya divonis menderita kanker paru-paru stadium 1. Hal ini membuat kedua keluarga besar kami sangat terkejut. Untungnya, kanker paru-paru ini baru stadium 1 dan bisa langsung diambil tindakan operasi. Mau tidak mau, kami harus menunda tanggal pernikahan kami sampai ayah suami saya pulih setelah operasi. Hari pernikahan yang sudah kami jadwalkan berubah menjadi setelah idul fitri. Booking masjid dan gedung pernikahan yang sudah dilakukan terpaksa dibatalkan walaupun sudah dibayar. Segala persiapan biaya pernikahan kami kini digunakan untuk biaya operasi ayah suami saya. Bagi kami ini merupakan sebuah bentuk ujian dari Allah Swt kepada keluarga kami agar kami semakin ikhlas dan sabar. Saya dan suami mencoba melihat hikmah dari cobaan ini. Meskipun semua rencana teknis pernikahan jadi berubah, namun kami tetap bersyukur bahwa pernikahannya tetap akan dilaksanakan walau tertunda.

Pada tanggal 12 September 2010, saya dan suami menikah dengan proses yang sangat sederhana. Kami melaksanakan akad nikah di sebuah masjid dilanjutkan resepsi di rumah. Saat itu ayah suami saya masih dalam pengobatan namun sudah bisa berjalan. Walaupun dilangsungkan secara sederhana, namun kebahagiaan kami tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ujian kesabaran berhasil dilalui menuju  kemenangan. Dua hari setelahnya kami pergi berbulan madu ke KL, Malaysia. Pada saat itulah saya baru mengenal karakter suami saya yang sebenarnya. Ternyata orangnya sangat bersemangat. Penuh mimpi dan ide-ide kreatif.  Bulan madu kami dipenuhi dengan diskusi-diskusi membicarakan impian di masa yang akan datang. Kami membicarakan ide untuk memulai merintis usaha clothing line sepulangnya ke Jakarta.


Pulang dari bulan madu, suami saya langsung resign dari pekerjaannya di penerbitan buku (sangat spontan ^^). Dia beralih profesi menjadi dosen branding design di salah satu Universitas Swasta. Alasannya simple, dia ingin mencari profesi yang punya banyak waktu luang, agar sebagian waktunya dipakai untuk merintis usaha bersama saya. kemudian lahirlah KIVITZ pada 10 Oktober 2010, yang awalnya hanyalah sebuah blog fashion tempat menuliskan ide dan gagasan saya. Tepat 5 bulan kemudian, saya meluncurkan brand KIVITZ dengan modal hanya 4 juta Rupiah dari tabungan gaji suami saya. Saat itu saya semakin aktif mendesign busana muslim dan mengawali dengan menjualnya secara online. Alhamdulillah KIVITZ kini semakin berkembang dan distribusinya juga semakin luas.

Dari interview dengan wartawan majalah Janna tersebut saya menceritakan kisah ini semua. Dialog ini membuat saya sadar, bahwa 'pernikahan muda' yang membawa banyak keberkahan bagi saya dan suami, ternyata masih menjadi hal yang ditakuti dan berat untuk dilakukan sebagian pemuda zaman sekarang. Umumnya, mereka masih memikirkan sisi-sisi yang terlalu logis mengenai penghasilan, kemapanan, pesta nikah yang besar, harus saling mengenal pasangan terlebih dahulu, rumah, mobil, dan lain sebagainya. Percaya atau tidak,  saya dan suami tidak terbersit semua hal itu sama sekali ketika akan menikah. Karena kami percaya bahwa dalam Islam, pernikahan adalah sesuatu yang harus disegerakan jika memang kita ingin menikah. Mengimani Islam berarti percaya kepada Allah dengan segala ketentuan yang sudah ditetapkannya. Kadang beberapa hal dalam Islam memang sulit diterima logika kebanyakan orang, sehingga timbul rasa ragu untuk menikah dan muncul pertanyaan-pertanyaan berikut,

Apakah laki-laki dan perempuan  harus saling mengenal kepribadian sebelum menikah?
Apa benar untuk menikah sebaiknya mapan terlebih dahulu?
Apakah menikah harus dengan pesta semewah dan semeriah mungkin?
Apakah menikah mengurangi rezeki karena kita jadi membaginya bersama pasangan?   
Apakah mempunyai anak malah membuat keuangan rumah tangga menjadi berkurang?
dan lain sebagainya... 

Apabila kita menunda menikah karena masih memikirkan hal-hal seperti itu, berarti kita belum percaya sepenuhnya dengan ketentuan Islam. Belum percaya bahwa setelah menikah, rezeki seseorang justru malah dilipatgandakan oleh Allah.

Kalau boleh jujur, pertanyaan-pertanyaan di atas, satupun tidak terlintas dalam benak saya dan suami. Karena kami tahu hal tersebut tidak termasuk prioritas pernikahan dalam Islam. Kami paham betul bahwa pernikahan merupakan sebuah kebutuhan primer, yang harus segera dilakukan tanpa memikirkan hal-hal sepele seperti pertanyaan di atas. Sedihnya, hal-hal tersebut dianggap penting bagi sebagian masyarakat sehingga membuat mereka menjadi sangat hati-hati untuk memutuskan menikah. Bahkan rela bertahun-tahun menyiapkan semua hal itu sebelum menikah. Itu pun kalau pada akhirnya jadi menikah, bagaimana kalau tidak jadi? Na'udzubillahimindzalik..

Rasulullah Saw tidak harus mengenal Khadijah bertahun-tahun sebelum memutuskan untuk menikah, namun ternyata pernikahan tersebut sangatlah harmonis hingga maut memisahkan mereka. Nabi juga tidak memaksakan untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang mewah berlebihan. Bukan karena beliau miskin, tapi untuk menunjukkan kesederhanaan. Beliau malah sanggup memperbesar jumlah mahar berupa seratus unta, yang mana tentu lebih bermanfaat bagi istrinya dibandingkan mewahnya sebuah pesta pernikahan. Rasulullah juga tidak menunggu dirinya mapan sebelum menikah, karena yakin bahwa rezeki setelah menikah itu sudah digariskan Allah.    

Justru kalau kita mau berkaca pada diri sendiri, apa sebelum menikah kita pernah memikirkan hakikat pernikahan seperti,

Seberapa dalam saya memahami konsep pernikahan dalam Islam?
Apakah saya sudah siap mentaati suami sebagai imam sepenuhnya?
Apakah suami saya siap menjadi imam bagi saya?
Bagaimana saya menanamkan konsep Islam kepada pasangan dan anak-anak saya nantinya?
Bagaimana suami saya menjalani profesi yang baik dan halal untuk menafkahi keluarga kami?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang seharusnya dipersiapkan bagi sepasang manusia yang ingin menikah. Karena pemahaman (mind set) yang benar, akan membawa kepada keberkahan keluarga tersebut di mata Allah Swt. Visi hidup yang jelas menjadikan keluarga tersebut menjadi solid, sehingga urusan-urusan dunia dan akhirat menjadi mudah dijalani.

Kesimpulannya adalah, pernikahan adalah sesuatu yang harus diniatkan karena Allah, diusahakan dengan ikhtiar kepada Allah, dan mengembalikan segala permasalahannya pada Allah. Apabila kita menjalankan sepenuhnya sesuai dengan ajaranNya, tentu Allah akan memudahkan segala urusan kita. Disamping itu, penting bagi kita untuk terus mempelajari ajaran Islam secara lebih mendalam, sebagai panduan dalam kehidupan menuju keberkahan.

(left) KL, September 2010 - (right) KL, January 2013

Wassalamu'alaikum

I'm Grateful

Friday, August 24, 2012
Assalamu'alaikum...

Sangatlah wajar, jika manusia senantiasa menyenangi hal-hal yang indah di dunia ini. Karena sudah menjadi tabiat yang ditanamkan Allah SWT kepada manusia bahwa manusia akan cenderung mencintai harta, anak-anak, dan suami/istri mereka. Allah berfirman dalam Surat Al Imran 14, yang artinya,

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Inilah kesenangan hidup di dunia; di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Al Imran (3): 14)

Wahai saudariku sesama muslimah, setiap insan di dunia ini tak akan terlepas dari ujian. Apapun itu bentuk ujiannya. Dalam surat Al Baqarah, Allah SWT berfirman, yang artinya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan, harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah (2): 155)


Belum mendapat keturunan meskipun telah lama berumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam ujian yang Allah berikan pada manusia. Namun, kebanyakan orang mengira, bahwa cobaan hanya datang dalam bentuk kesulitan saja. Mereka tidak menyadari, bahwa melimpahnya nikmat juga merupakan ujian yang diberikan Allah. Sehingga banyak yang dapat melalui cobaan dan bersabar ketika mendapatkan kesulitan namun sangat sedikit yang mampu melampaui ujian berupa kenikmatan dunia. Hal ini menjadikan manusia lalai saat kesenangan hidup menyapa mereka. Dalam surat Al Anbiya ayat 35, Allah Ta'ala berfirman, yang artinya,

"... dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kami, kamu akan kembali." (QS. Al Anbiya (21): 35)

Allah juga berfirman, yang artinya,

"Adapun sebagian manusia apabila diberi ujian oleh Tuhannya yaitu diberi tempat yang mulia dan diberi kenikmatan kepadanya, maka ia berkata, 'Tuhanku telah memuliakan aku'. Adapun apabila Tuhannya mengujinya dengan membatasi rezekinya, dia berkata, 'Tuhanku telah menghinakan aku.'" (QS. Al Fajr (89): 15-16)

Bersabar adalah kunci dalam masalah ini, karena sabar adalah salah satu jalan datangnya pertolongan Allah. Allah berfirman, yang artinya.

"Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah (2): 153)

Hendaknya kita harus selalu berbaik sangka terhadap takdir Allah. Dan yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah, pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tidak menyadarinya. Ingatlah saudariku, tinta takdir telah mengering. Setiap manusia telah dituliskan  tentang nasibnya 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rezekipun telah ditetapkan, manusia tidak akan meninggal sebelum jatah rezeki yang Allah tetapkan baginya habis.

Saat seorang mukmin menghadapi kesulitan dalam hidupnya, semestinya ia tidak berpangku tangan begitu saja tanpa berusaha. Sampai saat ini pun, saya selalu berikhtiar yang dibolehkan syari'at (ke dokter) dan berdoa. Dan satu lagi yang perlu diingat adalah, termasuk di antara bentuk usaha yaitu dengan memperbanyak taubat dan beristighfar.



Dan jika sudah gigih berdoa dan berikhtiar dengan berbagai cara namun belum juga mendapatkan juga, maka langkah selanjutnya adalah senantiasa bersabar atas takdir Allah dan tetap bersyukur atas segala nikmat Allah. Alhamdulillah, saya bisa menikah muda, ketika yang lainnya masih sibuk mencari uang dan sibuk mencari pasangan. Alhamdulillah, dijauhkan dari rasa galau tingkat akut yang banyak dialami anak ABG zaman sekarang. Alhamdulillah, diberi suami yang banyak memberi nasihat mengenai Islam dan mendukung apa yang saya lakukan. Alhamdulillah, saya dan suami masih diberi waktu untuk saling mengenal (mengingat proses menuju pernikahan yang cukup cepat, hanya sekitar beberapa bulan). Alhamdulillah, saya dan suami masih tergolong muda untuk memiliki anak, dikasih cepat Alhamdulillah, belum juga masih punya banyak waktu (Insya Allah). Alhamdulillah, masih dimiliki orang tua dan mertua yang lengkap. Alhamdulillah, diberi rezeki yang cukup. Maka nikmat Tuhanmu yg manakah yg kamu dustakan? (QS. Ar Rahman (55): 13).

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Yakinlah bahwa Allah telah memilihkan yang terbaik untuk kita.

Waallahu a'alam


Wassalamu'alaikum

I am Sorry for The Book

Saturday, June 9, 2012
Assalamu'alaikum,


Mungkin di antara kamu sudah ada yang tahu kalau KIVITZ mau menerbitkan buku fashion. Kami pernah mengumumkan kalau bukunya akan terbit sekitar bulan Juni 2012. Melalui blog ini saya ingin mengumumkan kalau buku tersebut tidak jadi diterbitkan di bulan Juni 2012. Saya meminta maaf bagi teman-teman yang sudah menantikan kehadiran buku ini. Alasan mengapa buku yang sudah digarap hampir 90% ini tidak jadi diterbitkan adalah tidak adanya titik temu antara saya sebagai penulis dengan pihak penerbit. Permasalahannya ada pada perbedaan cara pandang konsep antara saya dan pihak penerbit. Tapi tak mengapa. Kita harus tetap huznudzon kepada-Nya. Apapun yang terjadi, pasti DIA punya rencana lain yang jauh lebih baik. Yang Insya Allah akan membawa kita ke arah yang lebih baik pula. Aamiin... Tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada pihak penerbit yang sudah memberi kami kesempatan untuk belajar dalam proses pembuatan buku. 

KIVITZ merupakan salah satu jalur dakwah untuk hidup saya. Setiap orang punya passion masing-masing, dan fashion muslimah adalah bidang yang sangat saya sukai. Tempat dimana saya mencoba untuk menebarkan manfaat bagi sesama muslimah, dengan tetap berusaha menyampaikan prinsip syariat dalam berbusana. Syar'i dan stylish sudah menjadi fokus utamaku dalam berkarya. Saya menilai, seindah apapun sebuah estetika harus tetap sejalan dengan prinsip muslimah. Dan hal ini tidak akan pernah membatasi kreativitas bagi siapapun yang mentaatiNya.

Semoga Allah mencatat segala niat dan manfaat yang bisa saya hasilkan bersama suami tercinta di KIVITZ sebagai amal shalih untuk bekal akhirat kelak. Saya sebagai designer serta suami saya sebagai brand strategist dan marketing. Insya Allah KIVITZ akan tetap meluncurkan buku dengan penerbit yang berbeda. See you :)

Wassalamu'alaikum

Muharram, The Month of Allah

Thursday, December 1, 2011

Assalamu'alaikum

Hallo muslimah, apa kabar? bulan yang indah telah datang ditengah kesibukan kita yang dinamis. Bulan apakah itu? itulah bulan Muharram, bulan pertama dalam tahun Hijriyah yang saat ini sedang berlangsung... (hmm, mirip seperti bulan Januari, bulan pertama dalam tahun Masehi). Pada bulan Muharram ini diharamkan oleh seorang Muslim untuk berjihad dan lebih dianjurkan baginya untuk berpuasa. 

Ada apa dengan bulan Muharram? Cerita sejarah serta keistimewaan tentang bulan ini berlangsung jauh sebelum zaman Nabi Muhammad Saw. Pada bulan ini, tepatnya tanggal 10 Muharram, Allah Swt. menyelamatkan nabi Musa As. dan Bani Israil dari musuhnya. Karena itu Nabi Musa As. berpuasa di bulan ini. Puasa pada tanggal 10 Muharram itulah yang disebut puasa Asyura.

Apa keistimewaannya? Bulan Muharram disebut sebagai bulan Allah Swt. karena pada bulan ini segala amal ibadah mendapatkan pahala yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan lainnya. Namun sebaliknya, setiap perbuatan tercela yang dilakukan di bulan ini mendapatkan dosa yang lebih besar dibandingan dengan bulan lainnya. 
Seperti berikut dijelaskan:

"Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram (bulan Muharram) sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain, meskipun secara umum kezholiman adalah dosa yang besar" (Tafsir Al Baghawi dan Tafsir Ibn Katsir).

Jadi Hijabers, kita harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan mulai memperbanyak amal shaleh di bulan ini. Ayo semangat!

Puasa Asyura 9,10,11 Muharram
Bagi kita puasa Asyura mungkin memang tidak sepopuler puasa Ramadhan, dan sebagian umat Islam ada yang baru mendengarnya atau bahkan belum tahu. Meski begitu, puasa Asyura memiliki keistimewaan yang luar biasa. Barangsiapa yang melaksanakan puasa Asyura akan dihapuskan dosa-dosanya pada tahun lalu.

Seperti dijelaskan pada hadits berikut:

"Puasa hari Asyura aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa tahun lalu." (HR. Tirmidzi Ibnu Majah dan Ahmad). Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Shohih beliau).

Sejarah Puasa Asyura
Puasa Asyura adalah ibadah puasa yang dilakukan pada tgl 9, 10, dan 11 Muharram. Seperti yang diceritakan di atas, tentang sejarah Nabi Musa dan kaumnya yang diselamatkan di bulan ini pada tanggal 10 Muharram. Nabi Musa pun melakukan ibadah puasa di hari tersebut, sehingga kaum Yahudi Bani Israil juga mengikuti beliau dengan melakukan ibadah puasa di tanggal tersebut. Hal ini terus dilakukan hingga zaman Nabi Muhammad tiba, dan Nabi mewajibkan ibadah puasa Asyura kepada umatnya hingga perintah puasa Ramadhan turun dari Allah Swt.

Ketika nabi Muhammad hijrah ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura, maka beliau bertanya:

"Hari apa ini? Mereka menjawab, "Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah Saw. bersabda, "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian, maka beliau berpuasa dan memerintahkan sahabatnya untuk berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim).   

Ketika datang perintah Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan, maka Rasulullah dan umatnya meninggalkan kewajiban untuk berpuasa Asyura. Hukum puasa Asyura beralih menjadi puasa sunnah (dari yang sebelumnya adalah wajib), dan dilakukan pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram, agar berbeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa di tanggal 10 Muharram. Namun begitu, puasa ini adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw.

"Barangsiapa yang ingin berpuasa maka silahkan tetap berpuasa dan barangsiapa yang tidak ingin berpuasa maka tidak mengapa". (HR. Bukhari dan Muslim)

"Sesungguhnya hari Asyura termasuk hari-hari Allah, barangsiapa ingin maka berpuasalah dan siapa yang ingin meninggalkan maka boleh." (HR.Muslim)

Oh iya, bagi yang ingin tahu kapan pastinya tanggal 9, 10, 11 Muharram? tiga tanggal tersebut jatuh pada tanggal 5, 6, 7 Desember 2011 ini. Mari kita berpuasa Asyura, agar hidup semakin diberkahi dan dosa-dosa tahun lalu diampuni Allah Swt. Amin ya Rabb!

Penulis: Fitri Aulia
Ilustrasi Digital: Mulky Aulia

Wassalamu'alaikum 

Hikmah Sakitku

Friday, March 11, 2011
Assalamu'alaikum

Siang itu, 22 Februari 2011, Sekitar pukul 11.30, aku dan suamiku bermaksud untuk pulang ke rumah orang tuaku di Depok. Banyak sekali barang bawaan yang kami bawa saat itu sehingga motor yang kami tumpangi pun terasa sangat penuh. Aku pun sedikit mengantuk. Tapi hal itu biasa. Belum lama perjalanan kami tempuh, baru sekitar 15 menit. Tiba-tiba ada motor dari arah berlawanan mengambil jalur kami. Motor itu pun menghindar namun si pengendara tak dapat mengelak sempurna. Footstep motornya mengenai kaki kananku yang saat itu sedang mengantuk.  Aku pun terkejut dan hanya berteriak.  Suamiku pun panik. Apalagi setelah melihat kaos kakiku yang penuh darah dan banyak orang mendekati motor kami untuk menyuruh kami menepi. Awalnya aku pikir, aku hanya lecet biasa, tapi lama kelamaan, luka itu terasa amat perih. Warga pun menyuruh kami mendatangi klinik terdekat sebelum aku dibawa ke rumah sakit besar.

Tiba di klinik, aku pun bertambah lemas. aku tak kuasa melihat kaki kananku. Aku hanya bisa memejamkan mata. Istighfar, istighfar, dan terus beristighfar. Memohon ampun atas segala kesalahan dan khilaf yang telah kuperbuat baik sengaja maupun tidak. Mungkin sampai sekarang aku pun tidak tahu bentuk lukanya seperti apa. Karena aku orang yang sangat lemah jika melihat luka. Seorang dokter langsung memberikan pertolongan pertama untukku, berupa beberapa suntikan di daerah yang luka. Aku hanya pasrah. Rasa sakit pun tidak saya pedulikan. Aku hanya terus beristighfar sambil menggenggam tangan suamiku yang begitu setia menemaniku. Alhamdulillah, ia tak mengalami luka sedikit pun. Selepas suntikan itu, lukaku diperban dan aku dirujuk ke rumah sakit besar yang terdekat untuk mengetahui kondisiku lebih detail, apakah ada yang patah atau tidak. Dan saat itu, suamiku memutuskan untuk membawaku ke Rumah Sakit Pondok Gede.

UGD menjadi tempat pertama yang kami datangi setibanya di RS Haji. Lukaku masih terasa sedikit perih. Suamiku sangat terlihat panik, terlihat dari raut wajahnya. Sampai dokter ahli bedah tulang itu datang, ia minta sang dokter untuk menanganiku secepatnya. Dipilihlah waktu ba'da maghrib untuk melakukan operasi. Sebelumnya kakiku di rontgen. Terlihat jari kelingking kaki kananku patah dan sobek. Yaa Allah...

Suamiku tak henti-hentinya membimbingku untuk selalu beristighfar, meminta ampun kepada Allah. Astaghfirullahal'adzim... Astaghfirullahal'adzim... Astaghfiruallahal'adzim... Sampailah saatnya untuk operasi. Aku pun diantar ke ruang operasi oleh suami, kakak, dan kakak iparku. Ada sedikit perasaan takut, tapi mulut dan hatiku tak henti untuk berdzikir. Hal itulah yang membuat hatiku tenang. Semoga Allah melancarkan operasiku. Oh iya, FYI, ini pertama kalinya aku masuk ruang operasi. Seperti yang aku pernah lihat di televisi. Ada lampu besar, mesin-mesin yang berbunyi, dan bau khas rumah sakit. Operasi berjalan kurang lebih 1 jam. Aku tak dibius total namun aku diberi obat tidur. Bagian yang dibius hanya bagian pinggang ke bawah. Ketika bangun, aku melihat perban di kakiku sudah rapih. Oke, selesailah operasinya. Dokter sudah memasukkan pen kecil di bagian kaki kananku. Fiuuhh... Alhamdulillah...

Hmmm... Siapa yang ingin sakit? Tentunya tidak ada yang mau. Apabila rasa sakit bisa dipilih, semua orang lebih ingin memilih rasa senang, bahagia, dan puas. Tetap Allah berkehendak lain. Rasa sakit itu ada. Dan sangat nyata. Buktinya mata ini bisa tiba-tiba menitikkan air mata dan leher menegang menahan sakit. Tiba-tiba saja bertanya-tanya kepada Allah mengapa harus diri ini yang merasakan sakit. Tiba-tiba saja mulut bisa memaki hingga mengutuk keadaan. Na'udzubillahimindzalik.

Aku hanya bisa pasrah. Aku hanya bisa berdoa memohon kesembuhan kepada Yang Maha Penyembuh. Dan nyatanya sikap ini membuahkan hasil. Dari kejadian ini, diri ini belajar. Betapa rasa sakit itu hinggap, entah itu sakit karena penyakit ata sakit hati karena disakiti sesama, manusia bisa bertindak untuk mengobati. Tetapi ada keadaan pada satu titik kehidupan di mana sikap pasrah menjadi yang terutama. Yakni ketika keadaan tubuh melemah, bergerak pun susah. Sikap pasrah menepis beban yang dirasa oleh tubuh dan menyerahkannya kepada Yang Maha Kuasa. Nyatanya hal ini membuat tubuh merasa ringan dan membiarkan Allah dengan tangan-tanganNya mengobati tubuh, membuang rasa sakit, pilu, dan perih.

وَإِذَا مَرِضْ فَهُوَ يَشْفِينِ
Wa'iza maridhlu fahuwa yasyfini
"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku"
(As Syu'ara 80)


Wassalamu'alaikum